Daun-daun yang dulu
Kau riwayatkan sebagai pertanda
Basahnya desember sudah hanyut
Tinggal mitos perihal hujan
Yang tersisa dari ingatanku
Padamu
Tak pernahkah kita dulu membuat puisi
Di dedaun yang kau kisahkan
Agar kita bisa menjadikanya suci
Sebagai kitab, sebagai janji kita
Pada hidup. Yang tak henti
Menderaskan kata perpisahan
Karena perbedaan kita
Sebab, seperti sekarang
Musim kemarau meminta dedaun jatuh
Memohon engkau pergi dan hanyut
Tanpa sisa atau pernyataan
Taman kota, oh duhai taman kota
Ke mana kau alirkan rinduku
Advertisement
