Di Taman Kota

Daun-daun yang dulu
Kau riwayatkan sebagai pertanda
Basahnya desember sudah hanyut
Tinggal mitos perihal hujan
Yang tersisa dari ingatanku
Padamu

Tak pernahkah kita dulu membuat puisi
Di dedaun yang kau kisahkan
Agar kita bisa menjadikanya suci
Sebagai kitab, sebagai janji kita
Pada hidup. Yang tak henti
Menderaskan kata perpisahan
Karena perbedaan kita

Sebab, seperti sekarang
Musim kemarau meminta dedaun jatuh
Memohon engkau pergi dan hanyut
Tanpa sisa atau pernyataan

Taman kota, oh duhai taman kota
Ke mana kau alirkan rinduku

Advertisement
Published in: on April 8, 2010 at 10:24 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: http://oranekoneko.wordpress.com/2010/04/08/di-taman-kota/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.