
Aku ingin benar benar menulis
Mengalirkan pikiran menumpahkan perasaan
Aku ingin menuliskan airmataku.. seperti apa baiknya aku gambarkan.
Terlintas seorang teman yg sedang marah menulis status di fesbuknya gambaran soal hujan, “sampai hujan bekelir gw ga akan angkat telp lu”{bekelir=berwarna dalam bahasa betawi} membuatku tertawa dan terbayang seperti apa air yg berwarna.. bagaimana dengan air mata yg berwarna warni ketika kita menangis… akankah membuat kita terlihat cantik.. ataukah akan menghibur dan membuat kita berhenti menangis lalu bermain main dengannya.. atau justru sebaliknya .. membuat kita terlihat seperti badut.. yang jelas itu berarti kiamat, aku belum siap menangis dalam warna warni biru, merah, hijau atau pink kesukaanku sekalipun. namun setelah itu selesai hidupku, A big No. kalau air mata berwarna hitam tentu saya pernah, setiap wanita yang berdandan tebal lalu dia tidak berdamai dengan airmata hasil tangisnya akan berwarna hitam lelehan mascara atau eyeliner , jelek sekali. … lalu bagaimana dengan air mata buaya? Aih… kasihan sekali sibuaya … selalu jadi symbol ketidaksetiaan dan ketidak benaran manusia.
Mungkin aku bayangkan air mataku seperti kadal yng meneteskan air mata berwarna merah ketika mendapat serangan yg mengancam, hmmm… memberi kesan horror, ekstrim, sakit… rasanya kok tidak cukup mewakili perasaanku yg sebenarnya.. Lalu bagaimana..? aku ingin menangis tanpa orang lain mendengarnya.. aku ingin benar benar tumpah tanpa jejak sembab..
Menangis untuk sesuatu yg tidak jelas. Tanpa perlu alasan. Hanya menangis saja, peduli setan.. aku hanya ingin menangis!
Aku ingin benar benar menulis
Mengalirkan pikiran menumpahkan perasaan
Aku ingin menuliskan airmataku.. seperti apa baiknya aku gambarkan.
Terlintas seorang teman yg sedang marah menulis status di fesbuknya gambaran soal hujan, “sampai hujan bekelir gw ga akan angkat telp lu”{bekelir=berwarna dalam bahasa betawi} membuatku tertawa dan terbayang seperti apa air yg berwarna.. bagaimana dengan air mata yg berwarna warni ketika kita menangis… akankah membuat kita terlihat cantik.. ataukah akan menghibur dan membuat kita berhenti menangis lalu bermain main dengannya.. atau justru sebaliknya .. membuat kita terlihat seperti badut.. yang jelas itu berarti kiamat, aku belum siap menangis dalam warna warni biru, merah, hijau atau pink kesukaanku sekalipun. namun setelah itu selesai hidupku, A big No. kalau air mata berwarna hitam tentu saya pernah, setiap wanita yang berdandan tebal lalu dia tidak berdamai dengan airmata hasil tangisnya akan berwarna hitam lelehan mascara atau eyeliner , jelek sekali. … lalu bagaimana dengan air mata buaya? Aih… kasihan sekali sibuaya … selalu jadi symbol ketidaksetiaan dan ketidak benaran manusia.
Mungkin aku bayangkan air mataku seperti kadal yng meneteskan air mata berwarna merah ketika mendapat serangan yg mengancam, hmmm… memberi kesan horror, ekstrim, sakit… rasanya kok tidak cukup mewakili perasaanku yg sebenarnya.. Lalu bagaimana..? aku ingin menangis tanpa orang lain mendengarnya.. aku ingin benar benar tumpah tanpa jejak sembab..
Menangis untuk sesuatu yg tidak jelas. Tanpa perlu alasan. Hanya menangis saja, peduli setan.. aku hanya ingin menangis!
Advertisement
Like this:
Be the first to like this post.
salam Bala Tidar
mampir di http://pendekartidar.org
Salam ndoro!… aku dah mampir… but khusus cowokkah? cwe bolehkah gabung? =)
cowok dan cewek dipersilakan kok mbake……!!!
sing penting merekatkan tali paseduluran