Feeds:
Posts
Comments

Solilokui air mata

Menulismu tak lebih baik
dari bahasa yang hadir
di tiap kehadiranmu
di tiap lingkupmu

Menangisimu adalah pusaran waktu
berpuluh warna dan usia
menumpuk tubuh
menjadi remah-remah

Pernahkah kau bayangkan cinta
dan suara-suara alasan
di luar sana. Aku memujamu
sebagai rindu tak berwujud

Rindu pada rentang hidup
pada langkah yang kau jiwai
yang selalu kalah oleh waktu
dan usia yang mencuri
kanakku akanmu

Aku bermimpi tentang ketertinggalan kita akan pertanda-pertanda gerimis; kita basah diguyur kepergian dan beberapa serpihan isi dada. Sampai di manakah kita di kenyataan dunia?sudahkah kita di masalah yang tepat untuk menikah, untuk mengkerapkan cinta. Aku tidak membicarakan tubuhku yang terlanjur basah, pikiranku yang kau katai masih perlu didewasakan atau puluhan dedaun yang meremangkan nasib kita saat senja di taman. Kita sudah terlalu pedas dengan cinta, terlalu menggarami hidup dengan ironi; kuminta kau tertarik dengan imajinasi malam tentang bulan yang menasbih-dirinya sebagai pendamping setia mentari.

Kemarilah, kusiapkan setumpuk melati dan kumpulan kalimat cinta; aku akan kembali mengejamu berkali-kali, merampingkan emosi-emosimu, dan mendoakanmu bersama malaikat-malaikat. Air mata tak kita hadirkan sebab aku membawa sembab gerimis yang siap menata rahasia dan sunyi perasaan. Lama sudah kita tak melepas dingin dengan rindu dan puisi chairil. Segeralah kemari, hilangkan mimpiku, kita ulang lagi kitab-kitab cinta dan mengartikan lagi waktu yang berjingkat-jingkat menyemat usia. Setelah itu, kuberi kau sujudku untuk meletakkan melati di rambutku

Malam tak pernah selesaikan mendung, tak juga pernah menggenapkan kabar. Tak adakah kau membawa selimut yang setiap ujungnya penuh dermaga dan cakrawala fajar.

ode 17 november

tak ada perjalanan
yang bisa meminum air mataku
aku semacam jalan itu sendiri
kedatangan adalah aku, pun kepergian

tak ada rindu yang mengekal
di malamku. cinta adalah pertahanan
diriku adalah suara-suara
malam diam serta tubuh rapuhnya

PU(I)SI(NG)

1/

Diantara kita siapa yang lebih merasa  terlunta?
Aku biru yang kau jangkau dengan jari kelabu
Mengusir petir dan camar yang lindap dipuncak ombak.
Merangkum muram, lalu menjadikannya luka dihatimu
Rindu kita berkarat
Kita sama sekarat
Berulang saling memanggil nama kecil
Sambil mengigaukan Tuhan yang bersembunyi diujung lidah yang hampir putus.
Tangis ini mesti kutitipkan pada desir angin yang mana?
Aku tak tahu kau ditimur atau dibarat.
Dibibir pantai atau digigir ngarai.
Angin pasat datang dari tenggara.
Membawakan kita sepi yang sama.
Mengendap dan membiarkannya binasa

2/

Akulah batu. Kau hujan yang meretakannya.

Solilokui air mata

apa

Aku ingin benar benar menulis
Mengalirkan pikiran menumpahkan perasaan
Aku ingin menuliskan airmataku.. seperti apa baiknya aku gambarkan.
Terlintas seorang teman yg sedang marah menulis status di fesbuknya gambaran soal hujan, “sampai hujan bekelir gw ga akan angkat telp lu”{bekelir=berwarna dalam bahasa betawi} membuatku tertawa dan terbayang seperti apa air yg berwarna.. bagaimana dengan air mata yg berwarna warni ketika kita menangis… akankah membuat kita terlihat cantik.. ataukah akan menghibur dan membuat kita berhenti menangis lalu bermain main dengannya.. atau justru sebaliknya .. membuat kita terlihat seperti badut.. yang jelas itu berarti kiamat, aku belum siap menangis dalam warna warni biru, merah, hijau atau pink kesukaanku sekalipun. namun setelah itu selesai hidupku, A big No. kalau air mata berwarna hitam tentu saya pernah, setiap wanita yang berdandan tebal lalu dia tidak berdamai dengan airmata hasil tangisnya akan berwarna hitam lelehan mascara atau eyeliner ,  jelek sekali. … lalu bagaimana dengan air mata buaya? Aih… kasihan sekali sibuaya … selalu jadi symbol ketidaksetiaan dan ketidak benaran manusia.
Mungkin aku bayangkan air mataku seperti kadal yng meneteskan air mata berwarna merah ketika mendapat serangan yg mengancam, hmmm… memberi kesan horror, ekstrim, sakit… rasanya kok tidak cukup mewakili perasaanku yg sebenarnya.. Lalu bagaimana..? aku ingin menangis tanpa orang lain mendengarnya.. aku ingin benar benar tumpah tanpa jejak sembab..
Menangis untuk sesuatu yg tidak jelas. Tanpa perlu alasan. Hanya menangis saja, peduli setan.. aku hanya ingin menangis!

Aku ingin benar benar menulis
Mengalirkan pikiran menumpahkan perasaan

Aku ingin menuliskan airmataku.. seperti apa baiknya aku gambarkan.
Terlintas seorang teman yg sedang marah menulis status di fesbuknya gambaran soal hujan, “sampai hujan bekelir gw ga akan angkat telp lu”{bekelir=berwarna dalam bahasa betawi} membuatku tertawa dan terbayang seperti apa air yg berwarna.. bagaimana dengan air mata yg berwarna warni ketika kita menangis… akankah membuat kita terlihat cantik.. ataukah akan menghibur dan membuat kita berhenti menangis lalu bermain main dengannya.. atau justru sebaliknya .. membuat kita terlihat seperti badut.. yang jelas itu berarti kiamat, aku belum siap menangis dalam warna warni biru, merah, hijau atau pink kesukaanku sekalipun. namun setelah itu selesai hidupku, A big No. kalau air mata berwarna hitam tentu saya pernah, setiap wanita yang berdandan tebal lalu dia tidak berdamai dengan airmata hasil tangisnya akan berwarna hitam lelehan mascara atau eyeliner ,  jelek sekali. … lalu bagaimana dengan air mata buaya? Aih… kasihan sekali sibuaya … selalu jadi symbol ketidaksetiaan dan ketidak benaran manusia.

Mungkin aku bayangkan air mataku seperti kadal yng meneteskan air mata berwarna merah ketika mendapat serangan yg mengancam, hmmm… memberi kesan horror, ekstrim, sakit… rasanya kok tidak cukup mewakili perasaanku yg sebenarnya.. Lalu bagaimana..? aku ingin menangis tanpa orang lain mendengarnya.. aku ingin benar benar tumpah tanpa jejak sembab..

Menangis untuk sesuatu yg tidak jelas. Tanpa perlu alasan. Hanya menangis saja, peduli setan.. aku hanya ingin menangis!

INBOX

rapatkan pakaianmu
tangan dinginku akan menyusup
ke dalamnya
meraba kejalangan kita
dan sisa kebohongan yang terus merambat di punggungmu

jangan bayangkan wajah rumah
di sana bulan tak pernah lupa rebah
aku hanya ingin mengecup amarahnya
lantaran terangnya tak pernah menyentuh
masa kecilku

manakala tubuhmu telah siap jadi ranjang
sepreikanlah dengan cinta
lalu tanggalkan pakaianmu
biarkan bayanganmu yang gemetar
melibasku sampai kapar
sampai hancur semua pagar

rapatkan pakaianmu
tangan dinginku akan menyusup
ke dalamnya
meraba kejalangan kita
dan sisa kebohongan yang terus merambat di punggungmu
jangan bayangkan wajah rumah
di sana bulan tak pernah lupa rebah
aku hanya ingin mengecup amarahnya
lantaran terangnya tak pernah menyentuh
masa kecilku
manakala tubuhmu telah siap jadi ranjang
sepreikanlah dengan cinta
lalu tanggalkan pakaianmu
biarkan bayanganmu yang gemetar
melibasku sampai kapar
sampai hancur semua pagrapatkan pakaianmu
tangan dinginku akan menyusup
ke dalamnya
meraba kejalangan kita
dan sisa kebohongan yang terus merambat di punggungmu

jangan bayangkan wajah rumah
di sana bulan tak pernah lupa rebah
aku hanya ingin mengecup amarahnya
lantaran terangnya tak pernah menyentuh
masa kecilku

manakala tubuhmu telah siap jadi ranjang
sepreikanlah dengan cinta
lalu tanggalkan pakaianmu
biarkan bayanganmu yang gemetar
melibasku sampai kapar
sampai hancur semua pagarrapatkan pakaianmu
tangan dinginku akan menyusup
ke dalamnya
meraba kejalangan kita
dan sisa kebohongan yang terus merambat di punggungmu

jangan bayangkan wajah rumah
di sana bulan tak pernah lupa rebah
aku hanya ingin mengecup amarahnya
lantaran terangnya tak pernah menyentuh
masa kecilku

manakala tubuhmu telah siap jadi ranjang
sepreikanlah dengan cinta
lalu tanggalkan pakaianmu
biarkan bayanganmu yang gemetar
melibasku sampai kapar
sampai hancur semua pagar

Bocah Knalpot

Pada jam tujuh kurang sebelum bel sekolah disamping rumahku berbunyi , halaman depan rumah selalu ramai dengan bocah . aktivitas standard menunggu jam belajar biasanya mereka gunakan untuk bercanda dengan teman atau sekedar mengunyah jajanan pengganjal perut diwarung cilik milik mang udin. Pemandangan biasa yang tak pernah menarik perhatian ditengah kerepotanku setiap pagi dengan berbagai tas, rol rambut, ponsel, sepatu dan kadang cemilan sarapan yang selalu kulempar ke jok belakang .

Tapi pagi itu tidak sebebal biasana, hariku lebih longgar dan aku sempat sekedar duduk memanasi mesin dan memutar radio lalu menikmatinya. Dari kaca spion itu tiba tiba ku tangkap seorang bocah dengan penampilan unik yang menyeringai memamerkan sederet giginya yang tak terlalu putih. Bocah kurus berkulit gelap dengan celana ala jojon yang dipakai diatas pusar hampir kedada dengan sabuk hingga bagian bawah celananya naik keatas menjadi cingkrang. Dia asik dibelakang mobilku dan tersenyumsenyum sendiri mengamati sesuatu yang menarik buat dia pastinya. Ahhh.. tak sempat mencari tau apa yang membuatnya tersenyum senang aku segera menancap gas ketika jam ditangan sempat kulirik dan jarumnya terus berputar. jakarta , lima menit sangat berarti, bernilai rupiah.

Pagi ini kuurungkan niatku untuk melakukan panggilan telepon wajib menyapa pujaan hati dijauh sana karna magnet bocah itu kembali menarik perhatianku dengan senyumannya yang mengarah ke ekor mobil tepat saat aku menyalakan mesinnya. Ada apa dengan senyum itu? ya.. masih keheranan aku terus mengawasi tingkahnya. Lalu ia berputar , sedikit melompat dan tersenyum lebih lebar mengawasi mobil lain yang parkir disebelahku dengan mesin menyala. aku mencoba menerka si bocah ini tertarik dengan asap knalpot, dengan knalpot, atau hanya asapnya, entahlah. Dia begitu riang, senyumnya terbentuk ketika mesin mobil dinyalakan , asap keluar menembus udara pagi lewat lubang knalpot dan ia mendapat mainannya seketika itu, sesederhana itu. Bocah yang polos, diusia yang tigabelas tahunan seharusnya kamu sudah tak bermain dengan asap knalpot dik. Aku tertarik untuk mengenalnya, sekedar menyapa lalu bercakap tentang knalpot . Ah.. pasti dia punya alasan yang sederhana dibalik senyumnya yang lugu.

Arisan

Arisan, satu kata yang identik dengan ibu-ibu, makan-makan,sosialisasi, silaturahmi dan uang tentunya . Tujuannya adalah perputaran uang yang tidak ada untung bunga dan tidak ada rugi biaya pajaknya. Sistem undian dan keberuntungan kita sendiri kalo bisa dapat arisan ini diawal pengocokan atau dapet pas dengan saat-saat GBU (gue butuh uang ) yang sering kita alami bagi yang tidak punya tabungan seperi saya ini. itulah sekelumit pengetahuan saya soal arisan yg ilmunya saya dapet dari ibu saya yg hobby banget ngarisan sana sini.

Arisan, kali ini agak melenceng dari makna yg sebenarnya. Anggotanya pria dan wanita , (kebanyakan pria disini memang dipaksa oleh wanitanya yg sedikit lebih ganas), tempatnya dipilih yang bisa mengakomodir kebutuhan kita untuk ngobrol hingga larut, tidak terlalu ramai, makanan standard, kopi hingga area merokok . Tujuannya juga sedikit berbeda karna pada pengalaman perdana pengocokan tak ada kertas lintingan yg berisi nama peserta berbungkus sedotan dan gelas kocok. Masing masing dari kami saling menuduh untk memilih pemenangnya dan tertuduh menuduh balik , saling menolak dan akhirnya pemenangnya menerima uang dengan keadaan terpaksa. Aneh, arisan model pertemanan alumni satu sma ini sedikit unik. Masing masing kami punya kelemahan yg sama dan kami sadar betul bahwa kami bukan orang yg cukup bertanggung jawab, sangat berbahaya kalau setelah dapat arisan lalu kami malas untuk hadir lagi , itulah kelemahan kami. Dan kelebihannya kami sadar betul akan kekurangan itu .

Arisan aneh kedua yang pernah aku ikuti. Dikantorku, arisan peserta wajib seluruh karyawan terkecuali bos. Sedikit gossip kami tidak mengajaknya arisan karna arisan yg diikuti si bos itu nominal dua digitlah. manalah dia mau arisan model kecil begini. System pengocokannya adalah semua peserta mengambil satu lintingan kertas, dan didalam kertas kita itu nanti kita akan menemukan kata-kata pantun, puisi, cacian atau lagu yg dibuat lucu yang berarti kita kalah atau menang arisan. Satu lagi gossip, kadang kita pakai foto bos dikertas kocokan sbagai lambang menang arisan .. maaf bos.. karna dibenak kami figure bos melekat sekali dengan uang, materi, pokoknya bos banget gitu lho..

Ya inilah catatan ga pentingku, laporan seputar pengalaman arisan. Arisan yang benar benar arisan uang, bukan barang berupa panci, diamond, mobil ataupun orang. kami belum semodern itu untuk arisan berhadiah orang.. wah.. membayangkannyapun belum sanggup.

‘Aku mbak Jum ‘

Akibat  promo provider seluler  yang edan edanan murah tarifnya , banyak sekali orang yang beralih nomer tanpa peduli kwalitas sinyalnya itu senilai tarifnya. Hasilnya kadang mereka tak sadar sudah menjadi korban  terkena tariff dobel karna sambungan telpon putus putus. Suatu siang yang suntuk si mbak yu lagi manyun menunggu rujak bhebhek langganane lewat. Bukan bermaksud mbeli tapi mau ngelabrak di tukang rujak yang dah mbebekhi perutnya semalaman mangsur mangsur mbolak balik dan nongkrong di wc sampai ketiduran plus gringgingen[ baca ; kesemutan].

Ring tone ST 12 dari hape mbak yu berdering, dengan malas dia melirik saja, nomer tak dikenal, huh siapa pula ini. Tadinya dia enggan mengangkat, satu dua kali dibiarkannya berdering. Dasar sipenelpon pake tariff murah itu, ngeyel  bin ngotot lah dia.

Si mbak yu pun menyerah kalah , dijawablah telpon dengan sengau ‘Allo..

dari sebrang sana menjawab semringah ‘Hei..hallow.. tek.. tuttttt telponpun putus.

belum sempat mbak yu menaruh telpon kembali hapenya berdering lagi, diangkat putus, lagi, diangkat putus.. terus.. sampai mbak yu berhitung ‘ satu kali lagi nelpon  , tak pisuhi ini orang.

Dan benar sekali lagi orang itu menelpon si mbak yu langsung memberi greeting ‘Huuaassuuu ‘

Dengan sinyal terputus putus disebrang sana menjawab ‘ hai .. iki dhudhu mbak su, iki mbak jum’ [ hai, ini bukan mba su ini mba jum]  .. weleh.. mba jum tho.. methu mba.. methu.. sinyalmu hueleekk tenan [ keluar mba, sinyal mu jelek]

‘Uwis.. iki wis methu.. jawabnya dengan suara yang ga kalah ngotot tapi tetep nda jelas.

‘isih ra jelas.. methu methu..methu omah [ masih nda jelas, kluar, kluar rumah] si mbak yu mulai sedikit iseng..

‘uwis iki wis ning lapangan’ [ sudah, ini sudah dilapangan} jawab mba jum tergopoh gopoh..

‘kurang mba, methu’o tekan pasar [ kurang jauh mba, kluarlah sampai pasar] si mbak yu tak bisa lagi menahan tawa…

Tau dirinya dikerjai mba jum pun membalas ‘ Huaaassssuuu ‘ [ maap nda ada terjemahnya]

tidar-gunung-di-magelang3

Mudik  lagi kekota tanah hitam, tanah pasir, kota nenek moyang.  Kota kelahiran berhiaskan gunung kecil yang berdiri sombong tepat ditengah pulau jawa , konon menurut legenda, Gunung Tidar ini adalah pakunya Pulau Jawa. Iyah.. ,Paku, benda kecil yang kelihatan tidak begitu bernilai itu, tapi pada saat kita membutuhkannya nilai gunanya jadi sangat besar kan.. apalagi ukuran paku sebuah pulau wow.. dapat dibayangkan bagaimana kalau pada saat itu pulau jawa tidak dipatok dan sampai saat ini kita masih terombang ambing seperti  perahu ,pastinya banyak yang munti munti , nda bisa tidur pulas, mungkin juga  kita bisa hanyut terdampar kenegara lain, dan kayaknya masih banyak derita lain yg mungkin kita terima dari sekedar derita diombang ambingkan cinta .. [hehe asli dangdudte methu..]

magelang-kota-jadul1MAGELANG, menyimpan banyak cerita abadi yang terus mengalir ke anak cucu, misalnya dari asal kata MAha Gelang , gelang raksasa . dikarenakan letak Geografisnya yang dikelilingi beberapa gunung seperti, gunung merbabu, gunung sumbing, gunung merapi, kalau dilihat tampak atas bentuknya menyerupai gelang. Embuh gelange sopo sakgedene ngono . Memang.. orang magelang itu suka sekali menghubung hubungkan antara nama dan keadaan serta kejadian. Contohnya banyak daerah dimagelang itu yang punya makna khusus berisi cerita mitos legendos.. eh.. legenda.

Pada zaman raksasa masih malang melintang dijagad ini , dikisahkan ada satu raksasa yang terpaksa dimutilasi karna kejahatanya. Untuk menghindari raksasa itu hidup kembali satusatu anggota badannya dibuang terpisah.. nah… salah satu daerah tempat kakinya dilempar diberi nama NDEKIL [bukan dekil kumel jek..] ; Mandeke siKIL. Lalu ada SINDAS ; Sirah Endas artine kepala, ada daerah nggeger yang artine dada. .. pokokmen nama organ tubuh si buto alias raksasa itu tadi [ organ yang 'itu' nama daerahnya apa yaa.. hayooo kok nda ada?? dibuang kemanakah..] alahh.. aku siy nda sepenuhnya ngerti, ini cuma sok tau aja, karna di kota ini aku Cuma numpang mbrojol cengerr.. selanjutnya ya hijrah ke jancukarta ini. Masih banyak namanama daerah yg aneh dan lucu, mungkin juga itu kebiasaan masyarakat endonesa ya, karna diluar magelang juga aku yakin banyak keunikan nama nama daerah plus legenda dibaliknya.

kupat-tahuEmbuh ya.. kok darah magelang ntu  mengalir sangat kuat.. buat aku sangat cinta dengan hal ikhwal, printilan tetek bengeknya magelang.. [hehe..aku tau .. ada yang sangat sirik dengan statement ini.. hihi.. gondok ya.. buat lah tandingan tulisan soal kotamu cak ]. Kesejukan kota, rasa damai yang disajikan, senantiasa menjadi magnetku untuk kembali dan kembali lagi. Sayangnya lebaran ini aku nda sempat mendaki indahmu sampai puncak lang. Sibuk karepe dhewe.. waktune yo mepet. Tapi aku akan ke mbaliiii.. liburan ini.. ya, ke mbali, alias Bali.. hihi [bosen ta kembali ke magelang maning hihi..]

Older Posts »