Bermodal sebukit rasa kangen setelah dipisahkan selama 16 tahun oleh selembar ijazah lulus bertanda tangan perempuan sakti mondro guno yang taringnya telah terbukti selalu mampu menundukan kebandelan ,kembelingan siswa texas 46, ibu Nanies Boedimulyono, kami nekat nekatan menggelar kumpul kumpul yg mengatasnamakan Temu Kangen . Keren tho.. paling tidak dengan selusinan coordinator yang tidak mau disebut dirinya panitia, karna merasa tak pantas (dan memang ga ada pengalaman blas bos ) akhirnya temans minggu 24 Agustus 08 lalu tergelar juga ajang itu di Pisa Café mahakam , tempat bersejarah yang tak akan kami lupakan, minimal coordinator tak akan lupa, minim lagi tatang si penjual somay forever tak akan lupa.. tiap nyalain kompor nya pasti ingat kami ya tang.. komporku kompormu jua.. somay mu somayku jua, seperti janjimu tang.. gratisan
Waktu acara dibuat sangat flexible dan elastis, artinya kita sangat memperhitungkan kengaretan di jakarta, dan kami sebagai manusia produksi Jakarta menjunjung tinggi budi daya itu. Undangan jam 11 siang tapi acara baru mulai jam 12 lewat..padahal aku sama skali nda sempet sarapan, aku sangat menanti acara makan siang yang pastinya akan telat juga. Kalau sudah begini aku merasa sekali menjadi korban, didemo cacing cacingku. Yah..sudahlah tak apa demi acara yang belum tentu setahun sekali ini.
Satu persatu wajah wajah asing muncul dari balik pintu utama, siapa ya.. wow.. si ini.. wah.. si itu .. ,teriakan teriakan kecil melengking cempreng, pelukan pelukan hangat yang disisipi sedikit kesempatan ngelaba , ungkapan rasa kangen dan persahabatan lewat cipika cipiki ,(untung semua kayaknya ga lupa pake perfume bos, untung juga ini ga ditayangkan di acaranya tukul yang dapet protes cipika cipiki) dan rasanya semua terserang amnesia karna secara fisik kita pastinya berubah , udah bukan anak anak SMA lagi tapi dah jadi orang tua yang punya anak anak. wah… ada yang ubanan, ada juga yang makin melar.. kebanyakan cewek yang dah nglahirin lebih dari dua kayaknya, trus ada juga yg udah ompong.. wah sepertinya makin tua makin antic
Kisah mengharukan dari acara ini adalah ketika sang pahlawan tanpa tanda jasa kami hadir, dua orang guru yang masih exist di SMA 46 Pak Heri dan pak Yan. Kecuali semakin tua mereka tampaknya tak banyak berubah. Sambutan dari mereka menggambarkan kalau sekolah kami sudah banyak kemajuan dari segi kwalitas, mutu dan sarananya. Yeahh.. boleh dibanggakanlah pak. Terimakasih ya pak sudah tetap jadi guru yang asik, masih bisa diajak guyon , kompak, Bravo pak heri dan pak yan!
Acara demi acara bergulir dengan cepatnya, diiringi tikustik band yang menyemarakan suasana dengan lagulagu era 90an yg menggelitik kita untuk sama sama nyanyi, juga ada game game seru yang membaurkan kita . saking hebohnya game rebutan kursi itu bisa buat yang berjilbabpun lupa diri.. hihi..dirimu meluk meluk sapa tuh bu..
Akhirnya puncak acara menjelang, hatikupun senanggg… makannnnn..aku pengen makan somaynya tatang… wuiihh.. ternyata dalam tiap gigitannya ada sejuta sensasi luar biasa, membangkitkan kenangan doeloe, makan lima ngaku tiga, utang somay yg belum kebayar.. pokoke daleemm banget.. tatang pun sampai terharu karna somaynya ludes dalam sekejap tanpa balik modal, akhirnya iapun menitikan airmata.. haru..
Duh.. capek juga ngetik ya, intinya aja deh temans acara ini bisa dibilang sukses. Target dan pencapaian hampir selaras, maksute ga banyak tombok dan tak terlalu melenceng dari anggaran dasar perencanaan. Sampai bubaran acara tinggal aku bagian kasir itung itungan, bayar bayar. Nah bagian pertombokannya ya ibu ketua dan bapak ketua deh.. ufh.. untungnya punya ketua dan wakil yang selalu kompak masalah bayaran hehe.. thanks a million buat mereka berdua, juga buat donator donator tararengkyu.. untuk semua temen temen yang hadir matur sembah nuwuunn..